Bully itu emang “dosa” yang gak kerasa ya. Kadang maksudnya cuma bercanda, tapi efeknya bisa di luar dari dugaan, seperti yang dibahas di serial ini.

Kageyama Reina (Kamishiraishi Moka) meninggal. Polisi menetapkan kasus kematian Reina sebagai kasus bunuh diri, berdasarkan semua bukti yang ada. Diduga, ia mengakhiri hidupnya karena tak tahan atas bullyan Netizen soal dirinya yang menggunakan doping.

Suatu hari, seperti biasa Hiiragi-sensei (Suda Masaki) melaksnakan homeroom. Homeroom ini semacam bimbingan kelas, di luar jam pelajaran. Tak ada yang aneh awalnya, hingga Hiiragi menyatakan bahwa ia “menyandera” murid-murid 3A. Ia menyekap mereka semua di kelas, mengebom tangga sehingga mereka tak bisa keluar. Seisi kelas panik, apalagi begitu mengetahui alasan dibalik tindakannya; Ia tahu jika Reina dibunuh oleh seseorang di kelas 3A.


3-nen A-Gumi: Ima Kara Minasan wa Hitojichi desu adalah drama yang berhasil meraih penghargaan best drama dalam acara 100th Television Drama Academy Awards. Gak heran, selain populer, this drama deserve it!

Tema yang diangkat memang bukan tema yang pertama kali dibahas dalam drama Jepang: bullying. Akan tetapi, drama ini berhasil mengemasnya dengan apik dan terasa kekinian. Apa yang dialami oleh Kageyama memang bukan bully fisik seperti yang terjadi di Kazoku Game atau Confessions, tetapi lebih ke bully secara mental yang dilakukan di dunia maya—sulit dihakimi, sulit ditelusuri, tapi dampaknya terlihat jelas.

Drama ini berusaha untuk menyampaikan pesan bahwa di masa sekarang bukan hanya mulutmu harimaumu, tetapi juga jarimu.

Ada banyak aktor muda yang bermain dalam drama ini, bahkan beberapanya adalah aktor pendatang baru. Soal akting, semua pemain berhasil memerankan perannya dengan amat baik! Jangan lupa, lead role drama ini, Masaki Suda, selalu berhasil memberikan performa terbaik dalam setiap perannya—termasuk di drama ini. Di sini, gue bener-bener dibuat bingung apakah dia protagonis atau antagonis. Selain Suda, pokoknya akting semua pemainnya keren banget! Big applause for all of them!

Walaupun ceritanya dikemas dengan sangat baik, bukan berarti drama ini tanpa cacat. Terkadang, drama ini kelihatan berusaha menggurui secara heroik. Untungnya, hal itu cuma muncul kadang-kadang aja, jadi gak terasa mengganggu jalannya cerita. Ada juga beberapa plot twist yang terkesan dipaksakan, tapi harus dilakukan demi menciptakan ketegangan dan demi tersampaikannya pesan moral utama.

Terlepas dari itu, drama ini tetap menjadi drama terfavorit gue sepanjang 2019 kemarin. Ceritanya oke banget, bikin tegang sekaligus penasaran. Drama ini juga berhasil menyampaikan pelajarannya dengan baik. Overall, super recommended!

Satu respons untuk “Mr. Hiiragi’s Homeroom (10 ep 2019): Drama Ciamik yang Mengangkat Isu Bullying

Tinggalkan komentar