Masa SMA adalah masa yang paling manis, katanya. Apakah hal itu berlaku untuk Hayashi dan Nikaido? Dua remaja berlatar berbeda ini punya kisahnya sendiri. Hayashi anak yang cenderung aneh, tetapi selalu berhasil membuat perasaan siapapun yang ada di dekatnya jadi menghangat. Kebalikannya, Nikaido selalu membuat suasana jadi suram karena pribadinya yang sangat tertutup. Bagaimanakah kisah mereka?

Hasil gambar untuk muchuu sa kimi ni

GEMAS!

Itulah kesan pertama gue ketika menonton dorama singkat yang diangkat dari komik berjudul sama ini. Alurnya yang menggemaskan bikin kangen masa-masa SMA! Tokoh-tokohnya yang unik turut membuat gue sangat menikmati dorama ini, sampai rasanya pengen nambah lagi.

Bukan tanpa alasan, selain episodenya cuma ada 5, durasinya pun amat singkat. Tiap episode dari dorama ini gak sampe 30 menit, bikin gue ngerasa kenapa gak dijadikan film omnibus aja, dah? Apalagi, Muchuusa, Kimi Ni punya plot yang terpisah-pisah dan susah buat ditarik garis hubungnya. Gue bisa melihat usaha keras penulis skenario untuk menghubungkan kisah Hayashi dan Nikaido–dan gue akui cukup berhasil, walauyaa tidak sesempurna itu. Mau gimana lagi sih ya, ceritanya emang susah banget buat dinikmati jadi satu cerita yang padu. Di komiknya, cerita antara Hayashi dan Nikaido betul-betul terpisah.

Hasil gambar untuk muchuu sa kimi ni

Padahal, seandainya dorama ini ga plek ngikutin cerita komiknya, ada beberapa kisah yang potensial untuk digali lebih dalam. Misalnya tokoh Nikaido yang punya pengalaman traumatis, sampai-sampai harus menipu dirinya sendiri dengan berpenampilan suram. Menurut gue, itu menarik banget untuk dibahas, di mana ternyata jadi orang goodlooking tidak selamanya menyenangkan. Lalu dari segi Hayashi, masih bisa digali lagi kenapa dia suka melakukan hal aneh kaya jemur ubi-ubi janganlah dibajeu, ngitung tangga, motoin potongan tulisan di jalan buat dijadiin kalimat, atau alasan kenapa dia nanya apakah dia imut ke Ema terus-terusan. Semuanya betul-betul masih bisa digali menjadi cerita yang lebih utuh.

Sayang banget sih gue rasa, padahal pemainnya oke punya. Jokes-nya juga segar, karena berhubungan sama dunia nyata. Apakah mungkin author-nya gak mau ceritanya diubah lagi sama orang lain? Duh, sampe sekarang, gue masih merasa sayang banget kalo cerita yang potensial jadi bagus ini malah cuma digarap nanggung. Gantung banget. Aaargh….

Hasil gambar untuk muchuu sa kimi ni

Big applause untuk Takahashi Fumiya yang aktingnya betul-betul menunjukkan perkembangan kemampuan aktingnya. Asli, dari Kamen Rider Zero One, Sensei wo Kesu Houteishiki, lalu ini… perkembangannya bener-bener signifikan. Apakah di tahun ini Takahashi Fumiya bakal jadi salah satu aktor yang akan melejit namanya? Kita lihat saja!

Terlepas dari kekurangan yang gue sebutkan, Muchuusa Kimi Ni masih cukup asyik buat diikuti. Ceritanya ringan, jadi cocok banget buat melepas penat. Gue sih suka dan masih berharap semoga ada spin-off nya…. walau tidak mungkin karena udah ngumumin mau rilis bluray dan DVD box-nya :”) hiks.

Terakhir, Medaka muk jd pcrku g?

Satu respons untuk “Muchuusa, Kimi Ni (5 Episode, 2021): Kisah Manis dan Ringan Masa SMA

Tinggalkan komentar