Demi mengatasi berbagai permasalahan negara terkait dengan kependudukan (kelahiran, pengangguran, dsb.), akhirnya pemerintah memutuskan untuk menguji coba UU Perlindungan NEET. Pemerintah akan menikahkan seorang pegawai negeri yang masih lajang dengan seorang NEET (pemuda/pemudi yang sedang tidak dalam masa belajar dan pelatihan) yang tentunya masih lajang pula. Uji coba pertama mereka lakukan pada Akiyasu dan Himari.
Himari adalah gadis sebatang kara. Awalnya ia menolak untuk dijadikan subjek pertama, sebab bukan dirinyalah yang mendaftar untuk program tersebut melainkan neneknya. Namun, melihat kegigihan Akiyasu juga demi menolong pemuda tersebut agar tak dipecat, Himari pun mengiakannya. Kehidupan pernikahan hasil perjodohan pemerintah pun dimulai, seiring dengan tumbuhnya perasaan cinta di antara mereka.

Drama slice of life tentang pernikahan agaknya lagi digandrungi ya. Marry Me! punya vibes yang sama dengan dorama-dorama sejenis seperti Shanai Marriage Honey dan We Married as A Job, alias GEMES!
Marry Me! betul-betul menyuguhkan cerita keseharian yang ringan. Durasinya yang singkat tentunya bepengaruh pada konflik yang diangkat, yang mana jadi dibuat tidak terlalu berat. Apalagi, kedua tokoh utama dalam dorama ini sama polosnya, sehingga membuat jalan cerita jadi terasa UwU. Walau bertema pernikahan, kisah romansa keduanya menggemaskan seperti kisah cinta anak SMA.

Saking tidak ada konflik beratnya, menonton Marry Me! rasanya seperti bisa tuntas dalam sekali duduk atau rebahan. Poin plusnya, kalau lo lagi badmood, dorama ini mungkin bisa bikin lo senyum-senyum sendiri. Minusnya, kalau lo mau nyari cerita yang greget, sayang sekali lo mungkin gak akan menemukannya di dorama ini. Seperti yang selalu gue bilang sedari tadi, dorama ini ringan, ringan banget. Konfliknya seperti berlalu begitu saja.
Yah, namanya juga slice of life ya. Jadi ya gak bohong kalau ceritanya memang sehari-hari banget. Sayang banget saking “sehari-hari”-nya, penokohan dalam dorama ini pun kurang tergali. Gue gak tahu alasan apa yang membuat Akiyasu awalnya ingin lajang seumur hidup. Gue gak tahu alasan apa yang membuat Akiyasu manut aja ketika pacar yang ia pacari 4 tahun meminta putus. Gue betul-betul merasa gak mengenal tokohnya secara lebih mendalam, cuma melihat dari luarnya aja kalau mereka memang anak baik-baik.
Marry Me! mungkin bisa menjadi pilihan kalo lo lagi pengen cari tontonan romantis yang manis tapi gak bikin giung. Ceritanya gak cheesy, setidaknya bagi gue yang gak terlalu tertarik dengan romance drama. Dorama ini juga bisa jadi pilihan ketika waktu senggang lo dikit, karena kalau ditotal, durasi dorama ini cuma 240 menit. Singkat, tetapi cukup memikat!