Keluarga konglomerat yang tampak harmonis tiba-tiba gempar akibat kedatangan seorang gadis misterius bernama Tika (Sheila Dara). Bagaimana tidak? Di hari ulang tahun pernikahan pasangan Budiman-Sherly, Tika datang mengaku sebagai anak selingkuhan Budiman. Ditambah rahasia mengenai setiap anggota keluarga yang dibeberkan Tika, mereka pun perlahan menjadi mempertanyakan: apakah Tika memang benar bagian dari anggota keluarga mereka?


See the source image

Ernest Prakasa kali ini dengan gagah berani keluar dari zona nyamannya untuk menggarap sebuah film bergenre drama misteri. Sebuah genre yang bisa dikatakan agak tricky, karena tiap babaknya pasti bakal diperhatiin banget sama penonton. Bahkan detail-detail kecil pasti bakal jadi pertanyaan yang besar untuk keseluruhan plot. Tanpa menaruh banyak ekspektasi, ditambah gue pun belum nonton Knives Out (yang sering disebut netizen ketika melihat trailer Teka-Teki Tika), gue akhirnya memutuskan buat nonton debut film misterinya Ko Ernest.

See the source image

Seperti yang bisa lo lihat di judul, menurut gue film ini punya cerita yang memikat tapi sayangnya terlalu singkat. Kehadiran Tika di keluarga Budiman tuh sebenernya bikin penasaran banget. Cara Tika untuk ngebangun kepercayaan keluarga Budiman pun menurut gue cukup oke. Dari gayanya selengean, pelan-pelan mulai nembak satu persatu anggota keluarga Budiman dengan rahasia yang mustahil orang luar tahu. Tipe karakter ini ngingetin gue sama Yoshimoto Kouya dari dorama Kazoku Game, yang punya taktik mirip untuk mendapat kepercayaan targetnya.

Di paruh awal film, cerita terbangun dengan cukup baik dan rapi. Sayangnya, ketika akhirnya seorang karakter membuat sebuah pengakuan, ternyata konflik yang dibawa cuma sampai situ. Gue sempet mengira kalau itu baru sampai di konflik minornya, tetapi ternyata gue salah. Gue merasa konflik tersebut agak kurang egh gitu sampai-sampai “seseorang ini” harus turun tangan. Mungkin gak jadi masalah kalau konflik tersebut cuma jadi pemantik untuk cerita selanjutnya, semacam kaya episode pertama dalam serial yang tujuannya memang untuk memancing rasa penasaran penonton untuk mengenal lebih jauh si tokoh utama. Namun, sayangnya konflik tersebut bener-bener jadi konfilk utama dalam film ini. Agak kurang greget untuk ukuran cerita di layar lebar.

Ibaratnya tuh, masih cenderung cuma main di pinggir danau yang gelap dan dalam.

See the source image

Namun, terlepas dari hal itu, gue masih enjoy nontonnya. Gue suka tone filmnya yang menurut gue gak nusuk mata dan berasa kayak bener-bener gue lagi ada di tengah keluarga konglomerat. Untuk ukuran film debut genre di luar zona nyaman, gue merasa Ko Ernest udah cukup berhasil mengemas Teka-Teki Tika yang bahkan syutingnya sebentar banget. Akting pemainnya juga oke-oke, kerasa kayak bener-bener punya koneksi antara satu sama lain.

Sekali lagi, seandainya Teka-Teki Tika dijadikan series, menurut gue bakal jauh lebih baik karena gue merasa masih terlalu banyak misteri yang ditinggalkan Tika. Penyelesaian yang terburu-buru dan durasi yang terlalu singkat, membuat gue merasa belum mengenal Tika sepenuhnya, apalagi karakter lain. Jadi, gue harap Ko Ernest gak menyerah sampai di sini dan terus coba mengulik cerita ini, karena jujur Teka-Teki Tika punya ide cerita yang memikat dan bisa menjadi angin segar buat serial web (atau mungkin TV?) di Indonesia.

Tinggalkan komentar